Salah satu keunikan al-Quran ialah
segi metode pengajaran dan penyampaian pesan-pesannya ke dalam jiwa manusia.
Metode al-Quran dalam menyampaikan pesan-pesan tersebut merupakan metode yang
paling singkat,mudah dan jelas.
Salah satu metode pengajaran
al-Quran yakni melalui penyampaian melalui ungkapan matsal, dalam hal-hal yang
sangat mendasar dan abstrak.
Hal-hal yang bersifat abstrak
tersebut diungkapkan melalui perumpamaan yang bersifat konkret (hissi). Metode
ini dimaksudakan untuk menjelaskan dan menegaskan makna pesan yang terkandung
di dalamnya.
Al-Mawardi berpendapat bahwa ilmu
amtsal al-quran merupakan salah salah satu ilmu yang paling penting dalam studi
al-quran. Karena dengan perumpamaan akan lebih mendekatkan pemahaman manusia
terhadap suatu abyek kajian yang dimaksud, dalam hal ini pesan yang terkandung
dalam ayat-ayat al-Quran.[1]
As-Suyuti mendasarkan kepada hadits Nabi tentang pentingnya studi amstal
al-Quran, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA yang berbunyi :
ان القرأن نزل على خمسة
أوجه حلال وحرام ومحكم ومتشا به وأمثا ل فاعلموا بالحلال وادجتنبواالحرام
واتبعواالمحكم وأمنوا بالمتشابه واعتبرواالامثال
Artinya, sesungguhnya al-Quran
diturunkan atas lima aspek, halal, haram, muhkam, mutasyabih dan amtsal. Maka
pahamilah yang halal, jauhi yang haram, ikuti yang muhkam, yakini yang
mutasyabih dan renungkan yang amtsal. (HR. Baihaqi).[2]
Allah swt mengisyaratkan penggunaan
amtsal dalam al-quran sebagai salah satu metode penyampaian pesan-Nya kepada
umat manusia. Sebagaimana firman-Nya dalam S. al-Hasyr ayat 21.
وتلك الآمثا ل نضربها للناس لعلهم يتفكرون
Dan Perumpamaan-perumpaman itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
Kemudian
dalam S. al-Ankabut ayat 43 :
وتلك الآمثال نضربها للناس وما يعقلها الا
العالمون
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

0 Response to "Amtsal Al-qur'an"